2.jpg
HomeBeritaMIA Integrasikan Asuransi di Perbankan

MIA Integrasikan Asuransi di Perbankan

Tak Sedikit Karyawan Perbankan yang di proyeksikan dengan klaim polis asuransi pembiayaan dari nasabah yang butuh proteksi. Belum lagi si karyawan mengurusi target pembiayaan dan funding di kantornya.Persoalan teknis yang sebenarnya bisa di delegasikan oleh sistem seharusnya tak membutuhkan waktu lama karena harus bolak balik mengurus polis tersebut ke perusahaan asuransi bersangkutan. Tentu  hal ini kurang efektif da effisien bukan?


Tak hanya  pihak  perbankan yang di repotkan pihak asuransi pun juga mengalami yang tak jauh beda dengan apa yang dialami bank. Karena di perlukan ADM sehingga menjadi fixed cost. Selain itu jika  perusahaan asuransi tak memiliki jaringan kantor cabang dan perwakilan di daerah yang cukup, tentunya ini akan menyulitkan jika harus mendatangi satu persatu kantor cabang gabk yang membutuhkan penyelesaian klaim dari para nas
abahnya.

Tak hnya dari pihak bank, asuransi yang kerepotan. Pihak nasabah pun juga  tak jauh beda. Calon nasabah yang memiliki asuransi jika tak mampu memilih asuransi secara benar, bisa bisa uang raib begitu saja dan janji klaim asuransi di atas dengan kontrak yang telah di sepakati.
Munculnya permasalahan di atas salah satunya disebabkan belum adanya sistem yang aplikasi  yangmampu menjembatani persoalan ketiganya
karena itulah PT Madani Karsa Madani melalui Jasa Real Time Insurance Setlement dengan nama produknya Madani Integrated Asistance (MIA).
Menurut Direktur PT MKM  Ir. Sari Kusimawati,AAAIJ,CPLHI , MIA merupakan aplikasi yang terintegrasi antara asuransi jiwa, asuransi umum dan penjaminan pembiayaan yang dibangun untuk membantu proses proses yang berkaitan dengan asuransi maupun resiko lainnya dalam kredit atau pembiayaan yang di kucurkan oleh bank maupun lembaga pembiayaan lainnya.
Aplikasi ini merupakan yang pertama kali ada di indonesia, yang memcoba memberikan kemudahan baik dari pihak perbankan, asuransi dan nasabah d
alam mengurusi kecepatan dan ketepatan persoalan asuransi.
“MIA yang berbasis teknologi informasi (IT) ini di bangun secara terintegrasi meliputi seluruh resiko yang berkaitan asuransi dan keseluruhan proses pr
oses di asuransi” ungkapnya.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang broker asuransi, MKM memberikan pelayanan berupa proses penerbitan sertifikat asuransi, proses penutupan asuransi dan proses renewal endorsement dan proses klaim.
Sari Berharap, Hadirnya MKM ini mampu menyelesaikan dengan cepat dan tepat  segala macam klaim yang di lakukan oleh para nasabah baik perba
nkan, institusi dan perorangan.
“ secara real time data nasabah denga cepat dapat di akses sehingga permasalahan klaim dalam asuransi apapun bisa cepat teratasi dan nasabah bisa memiliki besarnya proteksi yang di peroleh” ujar sari.
Menurut sari , hadirnya MIA ini terinsfirasi dari kemajuan teknologi selama ini sebagai sebuah kemajuan peradaban manusia dalam melak
ukan aktifitas kerja terutama di bidang jasa  keuangan seperti asuransi dan perbankan.
Dengan menggunakan fasilitas sistem IT berbasis
internet, MKM memfasilitasi terbentuknya konsorsium asuransi yang sebagian besar anggotanya adalah perusahaan asuransi syariah seperti BNI life insurance Syariah, PT Asuransi  Takaful Keluarga, PT AJ Beringin Life Syariah, Mega Life Divisi Syariah, PT AJ Sinar Mas Unit Syariah dan PT AJ Central Asia Raya Syariah.
Sedangkan dari konsorsium Asuransi Umum Adalah Bumida.
Syariah Jasindo Takaful Adira Syariah, Maga General Syariah, Astra Buana Syariah, Takaful, Sinar Mas Syariah, Ramayana Syariah, Parolamas Syariah, Central Asia raya Syariah, MAA Syariah dan Staco Syariah, Dengab adanya konsorsium ter
sebut, para asuransi merasa memperoleh kemudahan dalam menawarkan produk dan sekaligus meringankan mereka dalam memberikan fasilitas klaim.
Kemudahan ini ternyata juga dirasakan oleh fahmi asyaah dari Asuransi Bumida Syariah. Berdasarkan penilaian selama ini, adanya MIA
merupakan solusi bagi asuransi syariah dalam memasarkan  produknya cukup melalui MKM sebagai brokers asuransi, masyarakat dengan mudah memilih asuransi yang mana sesuai denga harga yang diinginkannya.
“ dengan demikian apa yang di tawarkan oleh MKM sangat membantu kami dalam memasarkan produk asuransi syariah” katanya.
Sementara itu direktur Ban Muamalat Indonesi
a (BMI), Luluk Mahfidah yang selama ini juga menggunakan fasilitas MIA mengungkapkan sudah setahun ini perusahaa menggunakan jasa layanan tersebut. Dia merasa bersyukur dengan menggunakan jasa layaan tersebut. Dia merasa bersyukur dengan menggunakan sistem real Time insurance settklement ada perubahan yang signifikan yang dialami perusahaannya dalam mengurus klaim pembiayaan.
“Dengan sistem MIA, kini kami tak lagi bersusah payah mengurusi klaim pembiayaan ke perusahaan asuransi terkait, cukup memberikan data melalui via internet ke MKM secara otomatis terurusi semua permasalahan klaim” kata Luluk.
Menurut Luluk, BMI adalah bank syariah pertama yang menggunakan jasa MIA. Bahkan di seluruh cabang BMI di pelosok Nusantara telah memiliki fa
silitas MIA yang di pasang secara online dengan internet banking.
Dengan sistem MIA, Sekaligus memberikan nilai positif bagi perbankan syariah dalam memberikan service pelayanan terbaik pada nasabah. “ seharusnya sistem MIA ini bukan hanya dimanfaatkan oleh bank Muamalat tapi juga dimiliki oleh perbankan syariah lainnya dengan demikian bank syariah di indonesia akan lebih mudah dan efisien dalam mengurusi segala macam klaim pembiayaan” terangnya.

 Sedangkan Kepala badan Operasional BRIngin Life Syariah, Etty Supriatini, mengatakan bahwa kerja sama konsorsium lainnya perlu ditambah bukan hanya perusahaan asuransi umum saja tapi asuransi jiwa dan kesehatan perlu diperkuat dengan konsorsium. Sehingga konsorsium yang menjadi mitra MKM akan lebih luas lagi sekaligus menjadi banyak pilihan bagi masyarakat untuk memilih asuransi.

“selain itu bagi kami di industri asuransi syariah konsep MIA tersebut mempercepat sosialisasi asuransi syariah ini masih sedikit di masyarakat yang menggunakan asuransi syariah sebagai proteksi” tandasnya.


 

 

 



CS Online

Anggi

Visitor Counter

web counter